Senin, 29 Oktober 2018

BANGUN PEMUDA, SATUKAN INDONESIA

Salatiga,Pada hari senin tanggal 29 oktober 2018,pukul 07.30 WIB, di lapangan Bung Karno, kelurahan Kalirejo,kecamatan Ungaran timur, kabupaten Semarang, dilaksanakan Upacara hari Sumpah Pemuda Ke 90 Tingkat kabupaten Semarang.

Bupati Semarang selaku Inspektur Upacara memnyampaikan Amanat," Hari ini kita memperingati hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia yang kita cintai ini, yaitu Hari Sumpah Pemuda ke-90 tahun 2018, Kita semua berhutang budi kepada para tokoh pemuda tahun 1928 yang telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda sehingga menjadi pelopor pemuda untuk membangun kesadaran kebangsaan Indonesia sekaligus komitmen menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini. Komitmen kebangsaan mereka harus kita teladani untuk membangun bangsa, satukan Indonesia,Hadirin Peserta upacara yang saya hormati dan Pemuda Pemudi harapan Bangsa,‎Hari sumpah pemuda ke-90 kali ini mengambil tema "BANGUN PEMUDA SATUKAN INDONESIA". Tema ini diambil atas dasar pentingnya pembangunan kepemudaan untuk melahirkan generasi muda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik INdonesia Tahun 1945 dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing, namun pada sisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari hoax, hate speech, pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya apabil kaum muda tidak dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan serta kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara, Revolusi mental yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Ir. Joko Widodo amatlah relevan dalam mewujudkan pemuda yang maju. Ciri pemuda yang maju adalah pemuda berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing. Oleh karena itu Revolusi mental harus dapa kita jadikan sebagi pemicu untuk mempercepat terwujudnya pemuda yang maju. Dengan mewujudkan pemuda yang maju berarti kita dapat menghasilkan bangsa yang hebat,Hadirin Peserta Upacara yang kami hormati, khususnya para Pemuda yang kami banggakan,pemuda-pemuda hebat Indonesia telah lahir dan mampu berkompetisi di Kancah Asia. Perhelatan Asian Games 2018, atlet-atlet muda Indonesia bersaing dengan bangsa-bangsa Asia, dan berhasil menduduki peringkat ke-4, serta di ajang Asian Para Games para atlet kita berhasil menduduki peringkat ke-5. Ini adalah sejarah baru kebangkitan olaharaga Indonesia. Serta harus dijadikan momentum untuk terus membangun optimisme pemuda Indonesia dengan bekerja keras mewujudkan prestasi diberbagai bidangnya,Tahun 2019 Bangsa Indonesia akan menggelar hajat besar Pesta Demokrasi untuk memilih dan menentukan Pimpinan Nasional dan Daerah yaitu Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Anggota legislatif baik DPR RI, DPD RI, DPRD Tk.I dan DPRD Tk.II. Untuk itu peran dan tanggung jawab pemuda dalam menyukseskan proses Pemilihan Umum nanti, amat sangat dibutuhkan. Partisipasi aktif pemuda dalam PEMILU 2019 perlu ditingkatkan untuk mewujudkan pemilu yang damai, kredibel dan berkualitas, Kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik. 
"Wahai pemuda Indonesia, dunia menunggumu, berjuanglah, lahirkanlah ide-ide, tekad, dan cita-cita, pengorbananmu tidak akan pernah sia-sia dalam mengubah dunia", Akhirnya, saya ucapkan SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA KE-90. Semoga melalui peringatan ini kita selalu menghormati jasa para pemuda, jasa para pendiri bangsa, dan jasa para pahlawan kita. Semoga Allah Swt-Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa melimpahkan rahmat dan ridho-Nya kepada kita semua.
Ayo... BANGUN PEMUDA, SATUKAN INDONESIA!

Upacara ini dihadiri oleh,Kapolres kab semarang Kapolres semarang AKBP Agus Nugraha Sik, Kepala Pengadilan negeri kab semarang, Kasi Pidum Kejari Kab. Semarang  Chamid, SH,Ketua DPRD Kab. Semarang  H. Bambang Kusriyanto, B.Sc, Pabung kodim 0714/Salatiga Mayor Inf Kadarusman, Setda Kab. Semarang Drs. Gunawan Wibisono, MM.
Kasat Pol PP kab Semarang Bapak Tajudin,Ketua Darma wanita kab semarang,Kepala PGRI kab semarang,serta Skpd kab semarang. 

Dandim Dampingi Walikota Dan Kementerian Olah Raga Bersepeda Santai

Salatiga,”Kegiatan ini rencana akan diselenggarakan di 70 titik provinsi salah satunya staf dari Salatiga SMART, kegiatan ini tidak lepas dari peran serta para anggota dewan komisi X semuanya.,Marilah dalam kegiatan ini bisa dijadikan wadah berkumpul untuk bertemu dan melaksanakan olahraga bersepeda untuk sarana Refredong, dan ikut mendukung program Kementerian pemuda dan olahraga”

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi kemenpora DR. Ir Deswan Pada kegiatan  Sepeda Nusantara dan Jalan Sehat Gembira tahun 2018 dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda ke 90 yang merupakan Program Kemenpora kerjasama dengan Pemkot Salatiga  tanggal 28 Oktober 2018,  Pukul 06.00 WIB di Lapangan Pancasila kota Salatiga

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Walikota Salatiga (Yulianto SE MM), Dandim 0714/Salatiga (Letkol Inf Prayoga Erawan), Kapolres Salatiga ( AKBP Yemmi Kurniawan), Kasiterem 073/Makutarama (Letkol Inf Arif Isnawan), Danyonif Mekanis 411/Pandawa  (Letkol Inf  Widi Rahman), Anggota DPR RI komisi X (Jamal Mirdad ), Anggota DPR RI Komisi x Jateng ( H. A Mujib Rohmat, M.H.) serta Kementrian olahraga Ir Deswan SE Mi


Dalam sambutannya Walikota Salatiga menyampaikan, “ Kami atas nama pribadi dan pemerintah Kota Salatiga mengucapkan sugeng rawuh kepada Deputi Kementerian olahraga,anggota DPR RI komisi X di Kota Salatiga,Kita berharap kedepan anggota DPRI RI komisi X bisa menghadirkan kegiatan seperti ini di Kota Salatiga,mari kita laksanakan olahraga bersama dan semoga kegiatan dapat berjalan lancar

Route Sepeda Start Lapangan Pancasila -  Jl. Adi Sucipto - Jl. Dr. Moh Yamin - Jl. Diponegoro - Jl. Fatmawati - JLS - Perempatan Jls Kecandran - Jl. Imam Bonjol - Jl. Kyai Condro - Jl. Bodronoyo -  Jl. Abiyoso - Jl. Yudistira - Jl. Parikesit (Smk N2 Sltg /pembagian kupon doorprice - Jl. Somba - Jl. Hasanudin - Perempatan Pasar Sapi -  Jl. A Yani - Jl. Merbabu - Perempatan surabaya motor - Jl. Sukowati - Finish Lapangan Pancasila, sedangka Ruote Jalan sehat Start Lapangan Pancasila - Jl. , Sucipto - Pertigaan Pegadaian - Kantor Pos -  Rumdin Walikota -  Jl. Jend Sudirman - Jalan Sukowati - Finish Lapangan Pancasila,  Kegiatan dilanjutkan pembagian Door prize dan panggung hiburan. 

Cintailah Produk Lokal Untuk Kesejahteran Masyarakat

Salatiga,Cintalah produk lokal demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena hanya dengan cara itulah kita mampu meningkatkan taraf kehidupan masyarakat Jambu, apalagi di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing khususnya dollar Amerika.
Begitulah sambutan dari Bupati Semarang Bapak H. Mundjirin dalam acara Festival Cinta Produk Lokal di plataran kecamatan jambu.
"Mari mulai saat ini kita awali dari diri kita masing masing untuk belajar menghargai, mencintai serta menggunakan hasil bumi kita sendiri.
Kopi merupakan hasil unggulan dari daerah jambu yang keberadaanya sudah dilirik oleh investor asing,  mari kita sebagai warga Semarang untuk bisa memanfaatkan momen yang baik tersebut," katanya.
Untuk aroma dan kualitas kopi jambu memang sudah tidak bisa di ragukan lagi.
"La wong saya aja kalau di rumah selalu minum kopi lereng kelir dari jambu kok," imbuh sang Bupati dengan logat jawanya yang sangat kental.
Selain itu, kopi jambu sudah terangkat serta terexpose ke berbagai daerah penjuru tanah air bahkan ke manca negara. "kan yang menikmati warga jambu juga" ujarnya.
Dalam acara festival tadi malam diperlombakan untuk acara ngopi bareng warga tingkat RW se Kecamatan Jambu. Terlihat cukup meriah, bahkan untuk mendatangkan tim penilai dari luar daerah Semarang.
Dalam festival tersebut tersebut di ambil beberapa kriteria seperti banyaknya peserta yang hadir dalam acara ngopi bareng tersebut, keindahan cara  penyajiannya serta kekompakan dari warga itu sendiri.
Masyarakat sangat antusias menyambut acara tersebut, karena bisa memupuk rasa peduli sama tetangga, saling kenal satu sama lain serta menjaga tali silahturahmi warga.
Dalam acara tersebut sebagai juara satu dusun Sodong, desa Genting memperoleh tiga ekor kambing yang di serahkan langsung oleh Bupati Semarang.
Turut hadir dalam acara tadi malam Wakil Bupati Semarang Bapak Ngesti nugroho SH,  Ketua DPRD Semarang, Kajari Semarang serta unsur Muspika Kecamatan Jambu dan juga warga jambu yang sangat semangat menyaksikan acara tersebut, karena pada malam itu dihadirkan solo organ Camat Jambu Moh Edi Sukarno S St MM untuk menghibur masyarakat Jambu.

NY Wuryanto Beserta Rombongan Mengunjungi PT Nissin Biscuit

Salatiga, Bertempat di PT Nissin Biscuits Jl. Raya Semarang Salatiga km 23 Ungaran Kabupaten Semarang telah berlangsung kegiatan kunjungan Ketua pengurus Persit Kartika Chandra Kirana cabang PD / Diponegoro Ny Wuryanto beserta Rombongan.

Dalam Kunjungannya ke PT Nissin Biscuit,Ny Wuryanto diterima oleh  General Manager Bapak Kaelani beserta Stafnya,selain mendapatkan penjelasan tentang Pabrik ini,juga berkesempatan tour untuk melihat proses pembuatan Biskuit yang sudah sangat terkenal ini. PT. Nissin Biscuit Indonesia mengawali produksi komersial pertama pada Januari 1977 di atas lahan seluas sekitar 8 hektar. Produk-produk pertama yang dihasilkan adalah biskuit Butter Coconut, Frychip, Madu, Aynako dan Longer Stick. Seiring dengan berjalannya waktu, PT. Nissin Biscuit Indonesia telah memproduksi beragam jenis biskuit, kukis, krekers, wafer dan snack dengan merek Nissin, Monde dan Khong Guan.

Dalam menghadapi persaingan di industri makanan yang semakin ketat, PT. Nissin Biscuit Indonesia selalu bertekad untuk menyajikan produk yang berkualitas melalui inovasi yang selalu berkelanjutan. Inovasi yang dilakukan meliputi jenis produk, mesin, proses dan kemasan. PT. Nissin Biscuit Indonesia saat ini telah memiliki sekitar 700 orang karyawan yang turut mendukung kualitas produknya.

PT. Nissin Biscuit Indonesia menyadari bahwa dengan memproduksi produk yang berkualitas dan bergizi maka PT Nissin Biscuit Indonesia akan turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup bangsa. Oleh karena itu, pengawasan mutu produk dijadikan sebagai salah satu prioritas utama,Standar mutu yang diterapkan oleh PT. Nissin Biscuit Indonesia mencakup penggunaan bahan baku pilihan dan penggunaan teknologi canggih dalam proses produksi, juga penerapan CPMB (Cara Produksi Makanan yang Baik), SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure), HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) dan ISO 22000 : 2005 untuk keamanan pangan serta Sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia  (MUI).

Kunjungan di Benteng Wilyam I /Benteng Pendem oleh Mayjen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos.,M.Si.

Salatiga,pada tanggal 25 Oktober 2018 pukul 10.08 WIB telah berlangsung Kunjungan di Benteng Wilyam I /Benteng Pendem oleh Mayjen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos.,M.Si. beserta rombongan,selama kegiatan kunjungan ini di damping oleh Ka Lapas Ambarawa Warsiyanto ,Bc. IP

Dalam kegiatan ini Pangdam IV/Diponegoro didampingi oleh, Kolonel Arm Moch Erwansjah, S.I.P., M.Hum (Danrem 073/Makutarama), Kolonel Inf Moch. Takujasa Wiriawan.(Asintel Kasdam IV/Diponegoro),Kolonel Inf Denny Fardani. (Asops Kasdam IV/Diponegoro),Kolonel Cpl Argo Ponco. (Ka Pal Dam IV/Diponegoro),Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto, S. E., M. I. K (Kasi Intelrem 073/Makutarama), Letkol Inf Hariyadi, S, Sos.(Kasi pers Korem 073/Makutarama), Letkol Inf Prayogha Erawan.(Dandim 0714/Salatiga), Letkol Kav Donan Wahyu Sejati,S.sos (Danyon Kav 2/Tc),Letkol Inf Loka Jaya Sembada (Kasi Opsrem 073/Makutarama),Lettu Cpm Dani Martiyan (Dansupdenpom IV/3 - 3 Ambarawa),Kapten Arh Sunaryo (Danramil 09/Ambarawa) serta Akp Slamet Mustamto, SH (Kapolsek Ambarawa ).

Selama Kunjungannya Pandam IV/Diponegoro mendapat banyak penjelasan dari Kalapas tentang Sejarah Benteng Pendem ini,  dijelaskan kondisi Lapas Klas II A Ambarawa yang dibangun pada Tahun 1833 merupakan pinjaman dari Kodam IV/Diponegoro. Di Lapas ini ada 3 blok yakni blok tindak pidana narkotika, tindak pidana umum dan blok pengasingan,

Benteng Fort Willem I atau lebih dikenal dengan nama Benteng Pendem Ambarawa adalah bangunan bersejarah yang berada di Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah. Benteng yang dibangun pada tahun 1834 dan selesai 1845, ini berada dekat dengan Museum Kereta Api, atau di belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ambarawa, dan berada di kompleks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Ambarawa, Menggunakan istilah pendem atau pendhem (bahasa Jawa) karena benteng ini berada di bawah tanah atau terkubur, sebagai siasat perang. Untuk menjangkau situs sejarah ini ada dua jalan masuk, pertama dapat melewati jalan alternatif dekat dengan RSUD Ambarawa. Dan yang ke-dua melewati pintu masuk ke Lapas Ambarawa, dan dan dari situ bangunan benteng terletak disebelah kirinya.

Pada tahun 1840-an ketika VOC berkuasa di Jawa, Ambarawa merupakan titik sumbu strategis antara Semarang dan Surakarta. Pada awal abad 18, VOC membangun benteng benteng di sepanjang jalur Semarang – Oenarang (sekarang Ungaran) – Salatiga – Surakarta (Solo). Rancangan ini dimaksudkan untuk pengembangan hubungan dengan Kerajaan Mataram. Kamp-kamp militer juga dibangun di kota kota yang dilalui, tak terkecuali Ambarawa. Pada masa kekuasaan Kolonel Hoorn, tahun 1827-1830, sempat ada barak militer dan penyimpanan logistik militer, dan pada tahun 1834 dibangunlah sebuah benteng modern di Ambarawa yang kemudian diberi nama Benteng Willem I yang pembangunannya berakhir pada tahun 1845.

Pangdam IV/Diponegoro Meninjau Lapangan Panglima Besar Jenderal Soedirman

Salatiga,pada tanggal 25 Oktober 2018 pukul 09.08 WIB bertempat di Lapangan Pangsar Jendral Soedirman Kec Ambarawa Kab Semarang telah berlangsung kegiatan Tinjau Medan oleh Mayjen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos.,M.Si. (Pangdam IV/Diponegoro) beserta rombongan dalam rangka persiapan Hari Juang Kartika Tahun 2018

Dalam kegiatan ini Pangdam IV/Diponegoro didampingi oleh, Kolonel Arm Moch Erwansjah, S.I.P., M.Hum (Danrem 073/Makutarama), Kolonel Inf Moch. Takujasa Wiriawan.(Asintel Kasdam IV/Diponegoro),Kolonel Inf Denny Fardani. (Asops Kasdam IV/Diponegoro),Kolonel Cpl Argo Ponco. (Ka Pal Dam IV/Diponegoro),Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto, S. E., M. I. K (Kasi Intelrem 073/Makutarama), Letkol Inf Hariyadi, S, Sos.(Kasi pers Korem 073/Makutarama), Letkol Inf Prayogha Erawan.(Dandim 0714/Salatiga), Letkol Kav Donan Wahyu Sejati,S.sos (Danyon Kav 2/Tc),Letkol Inf Loka Jaya Sembada (Kasi Opsrem 073/Makutarama),Lettu Cpm Dani Martiyan (Dansupdenpom IV/3 - 3 Ambarawa),Kapten Arh Sunaryo (Danramil 09/Ambarawa) serta Akp Slamet Mustamto, SH (Kapolsek Ambarawa ).

Peninjauan Lapangan Panglima Besar Jenderal Soedirman ini dilaksanakan untuk mengecek kondisi lapangan yang akan digunakan untuk Upacara Hari Juang Kartika yang akan dilaksanakan di Bulan Desember,Hari Juang Kartika (Dulunya adalah Hari Infanteri )diperingati untuk mengenang Pertempuran yang dipimpin oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman melawan Belanda Di Ambarawa,Perjuangan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin Jenderal Soedirman pada pertengahan Desember 1945 membuat tentara sekutu terjepit dan akhirnya mundur dari Ambarawa menuju Semarang. Walaupun dihadang dengan seluruh kekuatan persenjataan modern serta kemampuan taktik dan strategi sekutu, para pejuang RI tak pernah gentar sedikit pun. Mereka melancarkan serangan dengan gigih seraya melakukan pengepungan ketat di semua penjuru kota Ambarawa. Dengan gerakan pengepungan rangkap ini sekutu benar-benar terkurung. Jenderal Soedirman sebagai pemimpin pasukan menegaskan perlunya mengusir tentara sekutu dari Ambarawa secepat mungkin. Sebab sekutu akan menjadikan Ambarawa sebagai basis kekuatan untuk merebut Jawa Tengah. Dengan emboyan ”Rawe-rawe rantas malang-malang putung, patah tumbuh hilang berganti”, pasukanTKR memiliki tekad bulat membebaskan Ambarawa atau dengan pilihan lain gugur di pangkuan ibu pertiwi. 

Kasdim Berikan Sambutan Pada Kegiatan Bintal Di Kodim 0714/Salatiga

Salatiga, Kamis tanggal 25 Oktober 2018 pukul 08.00 wib bertempat di Aula Makodim 0714/Salatiga telah berlangsung kegiatan Ceramah pembinaan mental Rohani, Idiologi dan keuangan Bintalrem 073/Makutarama bersama seluruh prajurit, PNS dan Persit 0714/ Salatiga yang di selenggarakan oleh Staf ter Kodim 0714/ Salatiga.

Mayor Burhanuddin.ST membuka kegiatan ini menyampaikan,”Ini adalah program dari makorem yang harus di jalankan, mohon maaf belum semuanya busa menghadirkan personil yang banyak, karena banyaknya personil terlibat kegiatan di luar, seperti kegiatan memadamkan api di gunung merbabu dan juga untuk menyiapkan kegiatan Hari Juang Kartika,”Dalam kegiatan ini mari kita sama-sama mengikuti kegiatan ini dengan maksimal dan kita cerna apa yang akan di sampaijan dari para nara sumber

“Sejarah perjuangan Bangsa memberikan bukti yang nyata bahwa hanya dengan semangat persatuan dan kesatuan rasa cinta tanah air kesadaran bela negara mampu menjaga dan menegakan kemerdekaan sesuai dengan pasal 30 ayat 1 tiap-tiap warga negara berhak dan wajib serta ikut dalam usaha mempertahankan dan mengamankan Negara, dan pasal 2 usaha hamkamneg dilaksanakan melalui sistim hankamrata oleh TNI dan Polisi sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung, Kesadaran berbangsa dan bernegara,Kesadaran sebagai Warga Negara, Cita-cita dan tujuan hidup bangsa indonesia ,Hak dan kewajiban sebagai warga Negara, Hak martabat dan derajat bangsa Indonesia, Bhineka tunggal ika dan budaya Indonesia,Simbol-simbol negara, Bendera, lambang negara, Bahasa dan Lagu Kebanggaan”hal ini disampaikan dalam materi oleh Letda Inf Kayat Pabintal Korem 073/Makutarama.

Ny Prayoga Erawan Hadiri Pembukaan Kegiatan KB Kes

Pada hari Rabu tanggal 24 Oktober 2018  pukul 08.30 WIB bertempat di RST DR Asmir Jl. Muwardi Kota Salatiga telah berlangsung acara Pembukaan Bakti Sosial Pelayanan Safari KB TNI Manunggal KB Kesehatan tahun 2018 yang di selenggarakan oleh Dinas Dalduk dan KB Kota Salatiga bekerjasama dengan TNI.

Kepala Dinas Pengendalian pengendalian penduduk dan KB Kota Salatiga ( Ibu Sarwanti, SH., M.Si )Mengatakan,” Saya sangkat bersyukur sekali dengan adanya kerja sama ini, ini adalah program untuk pengendalian penduduk, harapan kita kedepannya  untuk pesertanya lebih banyak lagi, Saya juga berharap selain program KB yang telah kita laksanakan ini, kita harus juga bisa untuk mensosialisasikan kepada anak muda untuk mencegah pernikahan dini, usia muda yang produktif sangat di sayangkan kalau samapai terjerumus dengan pergaulan bebas”
Sementara itu dalam kesempatan yang sama Kepala RS DR Asmir menyampaikan Mayor Ckm Dr Abdul Gani ,M Ked,Sp.P.P, “Bakti Sosial pelayanan KB Kes ini adalah bentuk salah satu kerja sama tni dengan BKBN dalam rangka pengendalian penduduk di Kota Salatiga, Saya juga menyampaikan terimakasih banyak kepada pemerintah kota dalam hal ini Dinas pengendalian penduduk dan KB yang telah memberikan  sarana alat kesehatan di DKT dr Asmir Kota Salatiga”
Kegiatan yang dihadiri oleh,Danramil 16/Tingkir dim 0714/Salatiga ( Kapten Inf. Sumardi ), Kasi Hukum Polsek Tingkir ( Iptu. Suprapto ), Ibu ketua persit Cabang XXXV Kodim 0714/ Salatiga ( Ny. Erawan Prayoga ), Kepala Dinas Pengendalian pengendalian penduduk dan KB Kota Salatiga ( Ibu Sarwanti, SH., M.Si ),dan 40 0rang akseptor KB ini diakhiri dengan penandatangan kerjasama. 

Sinergritas TNI-POLRI Dalam Pelaksanaan TMMD

Salatiga, TMMD Sengkuyung yang dilaksanakan oleh Kodim 0714/Salatiga selain di pengerjaan sejumlah sasaran di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang,juga dilaksanakan di Kecamatan Tingkir Kota Salatiga,Pengecoran jalan sepanjang 277 Meter ini nantinya akan menghubungkan antar Dukuh, yaitu Dukuh Kalibening dan Dukuh Tegalsari dikerjakan secara bergotong royong, Rabu (24/10).

Memang Semangat Ke gotong Royongan yang menjadi Tujuan dari TMMD ini,selain juga untuk membangun sejumlah sarana prasarana demi kesejahteraan masyarakat,seperti yang terlihat pada pengerjaan jalan kemarin terlihat Anggota TNI dari Koramil 16/Tingkir bekerjasama mengangkut Batu dan Pasir menggunakan Gerobak dengan dibantu oleh anggota Kepolisian dari Polsek Tingkir,keterlibatan anggota Polsek ini selain dalam pengerjaan Sasaran Fisik juga memberikan penyuluhan (Sasaran Non Fisik) tentang Hukum dan Bahaya Narkoba bagi warga masyarakat Kalibening.

“Dalam Setiap harinya kami akan mengirimkan sejumlah personil dari Polsek Tingkir untuk membantu rekan rekan dari TNI untuk melaksanakan pengerjaan sejumlah sasaran fisik di Lokasi TMMD Sengkuyung ini,Kami juga sangat mendukung dengan adanya program TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2018 dari Kodim 0714/Salatiga ini”Ujar Babinkamtibmas Kalibening ini, “dan kami akan senantiasa berkoordinasi dengan Babinsa Kalibening tentang kegiatan yang akan kami laksanakan selama Program TMMD ini “ Imbuhnya.

Wawasan Kebangsaan Sasaran Non Fisik TMMD Sengkuyung Kodim 0714/Salatiga

Ketika wawasan kebangsaan telah melekat dalam diri masyarakat maka saat terjadi bencana masyarakat secara sadar akan tergerak memberikan pertolongan dan tanpa di minta pun orang akan tergerak hatinya untuk memberikan pertolongan secara sukarela dan ikhlas untuk mengenal, memahami serta menyadari Jatidiri sebagai manusia indonesia secara etnis maupun budaya kearah memenuhi “CINTA BANGSA dan TANAH AIR adalah bagian dari IMAN”.

Hal ini disampaikan oleh Danramil 15/Klepu, Kapten Inf Joko Sukarwan pada kegiatan pemberian Materi Wawasan Kebangsaan kepada warga Desa Jatijajar Kecamatan Klepu di Program Sasaran Non Fisik TMMD Sengkuyung Kodim 0714/Salatiga Di Kabupaten Semarang,didampingi oleh Kapolsek Klepu,Camat Klepu serta Kepala Desa Jatijajar, Selasa (23/10)

Wawasan adalah Pandangan, Penglihatan, Penilaian, Tinjauan, Pengetahuan, Penelitian. Wawasan Kebangsaan Indonesia ialah Pengetahuan, Penilaian, Pandangan tentang Hal Ihwal Bangsa bernama Indonesia secara Prinsip. Seperti yang kita pahami atau hayati, Bhineka Tunggal Ika mengandung pesan : berbeda-beda tetapi satu, bersatu dalam perbedaan, kesatuan dalam keragaman. Wawasan agung inilah yang telah ditegakkan oleh para pejuang kemerdekaan dan para pembangun bangsa Indonesia dalam tahun 20-an. Dengan menyimak lebih lanjut masalah-masalah yang berkaitan dengan lambang negara kita itu, maka makin jelas pulalah keagungannya. Penjelasannya adalah, antara lain, yang berikut : Penduduk Republik Indonesia berjumlah sekitar 240 juta orang, yang terdiri dari sekitar 300 suku, dan yang menggunakan sekitar 580 bahasa dan dialek. Mereka menghuni 6000 pulau dari seluruh jumlah kepulauan sebesar 17 508 pulau. Di antara penduduk yang begitu besar itu (ke-4 di dunia) kira-kira 87% memeluk agama Islam, 6% agama Protestan, 3% agama Katolik, 2% agama Hindu, 1% agama Budha, dan selebihnya memeluk berbagai kepercayaan.. Luas wilayahnya (darat dan laut) dari Sabang ke Merauke bisa menutupi seluruh Eropa, dari London sampai pegunungan Ural. Kalau melihat angka-angka tersebut di atas maka nyatalah bahwa bangsa Indonesia memang terdiri dari beraneka ragam suku, agama (atau kepercayaan), adat-istiadat, kebiasaan hidup sehari-hari, dan berbagai aspek lainnya.

Sasaran Non Fisik pada Program TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2018 Kodim 0714/Salatiga

Kegiatan Penyuluhan Bahaya Narkoba dari Polsek Klepu menjadi bagian dari penyelenggaraan kegiatan Sasaran Non Fisik pada Program TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2018 Kodim 0714/Salatiga diadakan di Balai Desa Jatijajar Kecamatan Klepu, Kabupaten Semarang,Selasa (23/10)

Disampaikan oleh Aiptu Mistanto,Bahaya narkoba sudah tidak diragukan lagi. Sayangnya, penyalahgunaan obat-obatan terlarang makin marak di berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Masyarakat mengenal obat-obatan terlarang sebagai narkoba yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan berbahaya lainnya,banyak pengguna obat-obatan ini yang awalnya tergoda merasakan kesenangan sesaat atau sebagai pelarian dari masalah yang dihadapi. Padahal, efek narkoba dapat merusak kesehatan secara fisik dan kejiwaan,Mengganggu kondisi otak dan tubuh secara umum,Narkoba dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk menjalani hidup sehat dan mengambil keputusan yang benar.
Pengaruh obat-obatan tersebut dapat berlangsung dalam jangka panjang.
Perubahan sel saraf dalam otak,Konsumsi narkoba secara berulang dalam jangka panjang akan memicu perubahan pada sel saraf dalam otak, yang kemudian mengganggu komunikasi antar sel saraf. Bahkan setelah konsumsi dihentikan, efek tersebut akan memakan waktu yang tidak sebentar, untuk dapat benar-benar hilang.
Dehidrasi,Bahaya narkoba jenis ekstasi, efeknya dapat menyebabkan dehidrasi, serta ketidakseimbangan elektrolit. Hal ini kemudian yang menyebabkan penggunanya mengalami kejang-kejang, serangan panik, halusinasi, sakit pada dada dan perilaku agresif. Jika digunakan dalam jangka panjang dapat merusak otak.
Bingung dan hilang ingatan,Golongan obat-obatan asam gamma-hidroksibutirat dan rohypnol dapat mengakibatkan efek sedatif, kebingungan, kehilangan ingatan, perubahan perilaku, koordinasi tubuh terganggu dan menurunnya tingkat kesadaran.
Halusinasi,Penggunaan mariyuana atau ganja dapat menyebabkan efek samping halusinasi, muntah, peningkatan tekanan darah dan denyut nadi, gangguan kecemasan, kebingungan serta paranoia. Efek jangka panjang mariyuana adalah gangguan mental seperti depresi dan gangguan kecemasan.
Kejang hingga kematian,Bahaya narkoba berupa penyalahgunaan metamfetamin atau lebih dikenal sebagai sabu-sabu, opium, dan kokain, dapat menyebabkan berbagai efek buruk, termasuk perilaku psikotik, kejang-kejang, dan bahkan kematian akibat overdosis.

Pengecekan Oleh Tim Kesehatan DKT Salatiga

Anggota Kodim 0714/Salatiga baik TNI maupun ASN melaksanakan pengecekan kesehatan sebelum memulai kegiatan Tes Kesamaptaan.pengecekan kesehatan dilakukan oleh Tim Kesehatan dari DKT Salatiga dipimpin oleh Dr Alex, Selasa (23/10)

Pentingnya untuk mengetahui kesehatan awal sebelum pelaksanaan kegiatan ini semua anggota yang akan melaksanakan Kesemaptaan harus mengikuti tes standar kesehatan dari tim kesehatan DKT, cek kesehatan ini meliputi cek Tensi darah bagi anggota serta memastikan apakah anggota tersebut memiliki keluhan sakit atau tidak,”Kegiatan Tes Kesemaptaan ini memang syarat mutlak yang harus dilaksanakan oleh seluruh anggota,tetapi Kesehatan jauh lebih penting,bagi anggota agar jangan terlalu memaksa apabila sudah tidak kuat”Disampaikan oleh Dr Alex Kepala Tim Kesehatan DKT

Kegiatan kesegaran jasmani periodik periode I TA.2018 merupakan program rutin yang harus dilaksanakan oleh setiap Prajurit dan PNS TNI AD di jajaran Kodim 0714/Salatiga. Sebelum pelaksanaan tim Kesehatan  melaksanakan pengecekan kesehatan terlebih dahulu selanjutnya anggota Perwira Jas menyampaikan arahannya bahwa kesegaran jasmani periodik bagi prajurit mutlak harus dilakukan oleh setiap Prajurit karena hal ini merupakan tolak ukur prajurit dalam melaksanakan tugas. Namun demikian tidak memaksa bagi anggota yang tidak mampu melaksanakan karena sakit, tetapi yang perlu diperhatikan adalah sebelum melaksanakan harus dicek kesehatannya oleh anggota Kesehatan yang ada di lapangan serta prosedur yang lainnya sesuai petunjuk pelaksanaan kesamaptaan yang di keluarkan oleh Dinas Jasmani TNI AD

Rabu, 24 Oktober 2018

Sit Up Merupakan Rangkaian Dalam Kesemaptaan

Pada hari Selasa tanggal 23 April 2018 pukul 07.00 Wib bertempat di stadion  Kridanggo Kota Salatiga telah berlangsung kegiatan Semapta periodik Tri wulan II yang dilaksanakan oleh Kodim 0714/Salatiga di ikuti lebih kurang 150 orang.

“Kemampuan Jasmani seseorang adalah salah satu unsur kemampuan manusia, yang memberikan gambaran pada postur prajurit sehingga dalam hal pembinaannya tidak kalah pentingnya dengan pembinaan unsur lainnya seperti mental dan intelektual”. Hal tersebut tercermin pada kegiatan tes kesegaran jasmani periodik II Tahun 2018, Disampaikan oleh Pasipers Kodim 0714/Salatiga Kapten Inf Joko.s

Kegiatan kesegaran jasmani periodik ke- 2 merupakan program untuk harus dilaksanakan oleh setiap Prajurit TNI AD. Sebelum pelaksanaan tim Kesehatan Kodam melaksanakan pengecekan kesehatan terlebih dahulu selanjutnya anggota Perwira Jasdam menyampaikan arahannya bahwa kesegaran jasmani periodik bagi prajurit mutlak harus dimiliki oleh setiap Prajurit karena hal ini merupakan tolak ukur prajurit dalam melaksanakan tugas. Namun demikian tidak memaksa bagi anggota yang tidak mampu melaksanakan karena sakit, tetapi yang perlu diperhatikan adalah sebelum melaksanakan harus dicek kesehatannya oleh anggota Kesehatan yang ada di lapangan serta prosedur yang lainnya sesuai petunjuk pelaksanaan kesamaptaan yang di keluarkan oleh Dinas Jasmani TNI AD.


Kegiatan semapta periodik yang diikuti oleh seluruh prajurit Bintara, Tamtama dan PNS. Rencananya semapta periodik ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari secara berurutan mulai tanggal 23-24 Oktober 2018. Adapun yang dilaksanakan dalam Tes Kesegaran Jasmani adalah Lari dengan jarak tempuh 3200 meter (samapta A), Pull Up selama 1 menit, Sit Up selama 1 menit, Push Up selama 1 menit dan shuttle run secepat-cepatnya (semapta B), dan dilanjutkan denga Tes Renang 50 meter (Samapta C) Untuk menentukan jumlah nilai samapta B adalah jumlah dari nilai-nilai samapta B dibagi 4. Dari nilai hasil keseluruhan tes Kesegaran Jasmani (samapta A+B) ini di bagi dua dan mendapatkan nilai akhir yang akan digunakan sebagai dasar penilaian samapta periodik. Pelaksanaan semapta periodik dilaksanakan 2 kali dalam setahun, hal ini untuk menguji kemampuan jasmani para prajurit dan PNS TNI. 

kesegaran jasmani periodik ke- 2 merupakan program untuk harus dilaksanakan oleh setiap Prajurit TNI AD

Pada hari Selasa tanggal 23 April 2018 pukul 07.00 Wib bertempat di stadion  Kridanggo Kota Salatiga telah berlangsung kegiatan Semapta periodik Tri wulan II yang dilaksanakan oleh Kodim 0714/Salatiga di ikuti lebih kurang 150 orang.

“Kemampuan Jasmani seseorang adalah salah satu unsur kemampuan manusia, yang memberikan gambaran pada postur prajurit sehingga dalam hal pembinaannya tidak kalah pentingnya dengan pembinaan unsur lainnya seperti mental dan intelektual”. Hal tersebut tercermin pada kegiatan tes kesegaran jasmani periodik II Tahun 2018, Disampaikan oleh Pasipers Kodim 0714/Salatiga Kapten Inf Joko.s

Kegiatan kesegaran jasmani periodik ke- 2 merupakan program untuk harus dilaksanakan oleh setiap Prajurit TNI AD. Sebelum pelaksanaan tim Kesehatan Kodam melaksanakan
pengecekan kesehatan terlebih dahulu selanjutnya anggota Perwira Jasdam menyampaikan arahannya bahwa kesegaran jasmani periodik bagi prajurit mutlak harus dimiliki oleh setiap Prajurit karena hal ini merupakan tolak ukur prajurit dalam melaksanakan tugas. Namun demikian tidak memaksa bagi anggota yang tidak mampu melaksanakan karena sakit, tetapi yang perlu diperhatikan adalah sebelum melaksanakan harus dicek kesehatannya oleh anggota Kesehatan yang ada di lapangan serta prosedur yang lainnya sesuai petunjuk pelaksanaan kesamaptaan yang di keluarkan oleh Dinas Jasmani TNI AD.


Kegiatan semapta periodik yang diikuti oleh seluruh prajurit Bintara, Tamtama dan PNS. Rencananya semapta periodik ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari secara berurutan mulai tanggal 23-24 Oktober 2018. Adapun yang dilaksanakan dalam Tes Kesegaran Jasmani adalah Lari dengan jarak tempuh 3200 meter (samapta A), Pull Up selama 1 menit, Sit Up selama 1 menit, Push Up selama 1 menit dan shuttle run secepat-cepatnya (semapta B), dan dilanjutkan denga Tes Renang 50 meter (Samapta C) Untuk menentukan jumlah nilai samapta B adalah jumlah dari nilai-nilai samapta B dibagi 4. Dari nilai hasil keseluruhan tes Kesegaran Jasmani (samapta A+B) ini di bagi dua dan mendapatkan nilai akhir yang akan digunakan sebagai dasar penilaian samapta periodik. Pelaksanaan semapta periodik dilaksanakan 2 kali dalam setahun, hal ini untuk menguji kemampuan jasmani para prajurit dan PNS TNI. 

Tes Kesamaptaan Sebagai Tolak Ukur Kemampuan Fisik Anggota TNI Dan ASN.

Pada hari Selasa tanggal 23 April 2018 pukul 07.00 Wib bertempat di stadion  Kridanggo Kota Salatiga telah berlangsung kegiatan Semapta periodik Tri wulan II yang dilaksanakan oleh Kodim 0714/Salatiga di ikuti lebih kurang 150 orang.

“Kemampuan Jasmani seseorang adalah salah satu unsur kemampuan manusia, yang memberikan gambaran pada postur prajurit sehingga dalam hal pembinaannya tidak kalah pentingnya dengan pembinaan unsur lainnya seperti mental dan intelektual”. Hal tersebut tercermin pada kegiatan tes kesegaran jasmani periodik II Tahun 2018, Disampaikan oleh Pasipers Kodim 0714/Salatiga Kapten Inf Joko.s

Kegiatan kesegaran jasmani periodik ke- 2 merupakan program untuk harus dilaksanakan oleh setiap Prajurit TNI AD. Sebelum pelaksanaan tim Kesehatan Kodam melaksanakan pengecekan kesehatan terlebih dahulu selanjutnya anggota Perwira Jasdam menyampaikan arahannya bahwa kesegaran jasmani periodik bagi prajurit mutlak harus dimiliki oleh setiap Prajurit karena hal ini merupakan tolak ukur prajurit dalam melaksanakan tugas. Namun demikian tidak memaksa bagi anggota yang tidak mampu melaksanakan karena sakit, tetapi yang perlu diperhatikan adalah sebelum melaksanakan harus dicek kesehatannya oleh anggota Kesehatan yang ada di lapangan serta prosedur yang lainnya sesuai petunjuk pelaksanaan kesamaptaan yang di keluarkan oleh Dinas Jasmani TNI AD.


Kegiatan semapta periodik yang diikuti oleh seluruh prajurit Bintara, Tamtama dan PNS. Rencananya semapta periodik ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari secara berurutan mulai tanggal 23-24 Oktober 2018. Adapun yang dilaksanakan dalam Tes Kesegaran Jasmani adalah Lari dengan jarak tempuh 3200 meter (samapta A), Pull Up selama 1 menit, Sit Up selama 1 menit, Push Up selama 1 menit dan shuttle run secepat-cepatnya (semapta B), dan dilanjutkan denga Tes Renang 50 meter (Samapta C) Untuk menentukan jumlah nilai samapta B adalah jumlah dari nilai-nilai samapta B dibagi 4. Dari nilai hasil keseluruhan tes Kesegaran Jasmani (samapta A+B) ini di bagi dua dan mendapatkan nilai akhir yang akan digunakan sebagai dasar penilaian samapta periodik. Pelaksanaan semapta periodik dilaksanakan 2 kali dalam setahun, hal ini untuk menguji kemampuan jasmani para prajurit dan PNS TNI. 

Upacara Bendera Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2018 tingkat Kota Salatiga

Pada tanggal 22 Oktober 2018, pukul 08.10 s.d 09.00 WIB, bertempat di  Lapangan Pancasila Kota Salatiga, telah dilaksanakan Upacara Bendera Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2018 tingkat Kota Salatiga dengan irup walikota Salatiga Danup ketua Banser Salatiga Ari Mulyono yang diikuti lebih kurang 4000 orang.

Hadir dalam kegiatan, Walikota Salatiga (Yulianto SE.MM) , Dandim 0714/Salatiga (Letkol Inf. Prayoga Erawan), Kapolres Salatiga (AKBP Yemmi Kurniawan S.I.K  MH M.I.K),Wakil Walikota Salatiga (Muh Haris MSi), Para Assisten sekda Pemkot Salatiga , Ketua MUI Saefudin Zuhri, Syuriah PCNU Salatiga (kh Sonwasi Ridwan), Ketua Tanfidziah PCNU (Drs Zaenuri MPd),serta Pengasuh ponpes se Salatiga

Dalam sambutannya Walikota Salatiga menyampaikan,Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadiratAllah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa berkat rahmat karunia dan ridhonya kita masih diberi kesempatan untuk berkumpul di hari yang sangat membahagiakan dan penuh berkah, pada momentum Peringatan Hari Santri Tahun 2018,Kepada seluruh santri Kota Salatiga, Saya mengucapkan Selamat Hari Santri Tahun 2018.

 Semoga momentum peringatan Hari Santri Nasional tahun ini akan menambah semangat para santri untuk terus memberikan kontribusi bagi umat, masyarakat, bangsa dan Negara,Peserta Upacara yang saya hormati Hari ini tangga 22 Oktober merupakan tahun ke- empat peringatan Hari Santri Momentum peringatan Hari Santri merupakan bukti pengakuan megare atas jasa-jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal,mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Penetapan Hari Santri Nasional dimulai dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan KH Hasyim
Asy'ari, pada 22 Oktober 1945 telah menginspirasi perlawanan yang diprakarsai oleh laskar kyai dan santri melawan Pasukan Sekutu (NICA) pada tanggal 10 November 1945. Untuk menghormati dan mempresentasikan subtansi kesantrian, yakni spritualitas dan patriotisme dalam rangka melawan penjajah, maka Pemerintah menetapkan Hari Santri,Sejarah juga membuktikan bahwa kaum santri memelopori penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya harapan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta menyatakan bahwa NKRI sudah final sebagai konsensus nasional. Oleh karena itu, melalui momentum Hari Santri pada hari ini, marilah kita jadikan sebagai transformasi gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan. Spirit Hubbul wathon minal iman atau cinta tanah air adalah bagian dari iman perlu terus kita gelorakan sebagai bentuk perwujudan Islam yang rahmatan li alamin,Hari santri juga harus digunakan sebagai revitalisasi etos moral kesederhanaan, asketisme dan spiritualisme yang melekatu sebagai karakter kaum santri. Etos ini penting di tengah merebaknya korupsi, narkoba. LGBT dan hoax yang mengancam masa depan bangsa Di era digital saat ini, santri juga dihadapkan dengan tantangan keberadaan internet yang memiliki manfaat dan mudharat yang sama besar. Internet dapat membawa kemudahan umat manusia sekaligus dapat kita manfaatkan untuk menebarkan pesan-pesan kebaikan atau dakwah Islam. Di sisi lain, internet jika tidak dipergunakan secara bijak, dapat merusak harga diri dan martabat kemanusiaan melalui pornografi, ujaran kebencian, fitnah dan hoax. Saya berpesan kepada seluruh santri, yang juga merupakan bagian dari generasi muda tanah air, untuk dapat memanfaatkan teknologi secara bijak guna meningkatkan potensi diri, menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan serta mereduksi penggunaanya yang tidak sejalan dengan upaya menjaga agama, jiwa, nalar, harta, keluarga dan martabat seseorang.Terakhir, kepada seluruh santri dan masyarakat Kota Salatiga pada umumnya, marilah kita songsong pesta demokrasi terbesar di tanah air, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu Legislatif dengan penuh kegembiraan, dengan tetap mempertahankan sikap saling menghargai diantara sesama. Jangan mudah terhasut pada isu-isu yang berpotensi memecah belah diantara kita. 

Dandim 0714/Salatiga Serahkan Hadiah kepada Santri

Pada tanggal 22 Oktober 2018, pukul 08.10 s.d 09.00 WIB, bertempat di  Lapangan Pancasila Kota Salatiga, telah dilaksanakan Upacara Bendera Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2018 tingkat Kota Salatiga dengan irup walikota Salatiga Danup ketua Banser Salatiga Ari Mulyono yang diikuti lebih kurang 4000 orang.

Hadir dalam kegiatan, Walikota Salatiga (Yulianto SE.MM) , Dandim 0714/Salatiga (Letkol Inf. Prayoga Erawan), Kapolres Salatiga (AKBP Yemmi Kurniawan S.I.K  MH M.I.K),Wakil Walikota Salatiga (Muh Haris MSi), Para Assisten sekda Pemkot Salatiga , Ketua MUI Saefudin Zuhri, Syuriah PCNU Salatiga (kh Sonwasi Ridwan), Ketua Tanfidziah PCNU (Drs Zaenuri MPd),serta Pengasuh ponpes se Salatiga

Dalam sambutannya Walikota Salatiga menyampaikan,Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadiratAllah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa berkat rahmat karunia dan ridhonya kita masih diberi kesempatan untuk berkumpul di hari yang sangat membahagiakan dan penuh berkah, pada momentum Peringatan Hari Santri Tahun 2018,Kepada seluruh santri Kota Salatiga, Saya mengucapkan Selamat Hari Santri Tahun 2018.

 Semoga momentum peringatan Hari Santri Nasional tahun ini akan menambah semangat para santri untuk terus memberikan kontribusi bagi umat, masyarakat, bangsa dan Negara,Peserta Upacara yang saya hormati Hari ini tangga 22 Oktober merupakan tahun ke- empat peringatan Hari Santri Momentum peringatan Hari Santri merupakan bukti pengakuan megare atas jasa-jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal,mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Penetapan Hari Santri Nasional dimulai dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan KH Hasyim
Asy'ari, pada 22 Oktober 1945 telah menginspirasi perlawanan yang diprakarsai oleh laskar kyai dan santri melawan Pasukan Sekutu (NICA) pada tanggal 10 November 1945. Untuk menghormati dan mempresentasikan subtansi kesantrian, yakni spritualitas dan patriotisme dalam rangka melawan penjajah, maka Pemerintah menetapkan Hari Santri,Sejarah juga membuktikan bahwa kaum santri memelopori penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya harapan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta menyatakan bahwa NKRI sudah final sebagai konsensus nasional. Oleh karena itu, melalui momentum Hari Santri pada hari ini, marilah kita jadikan sebagai transformasi gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan. Spirit Hubbul wathon minal iman atau cinta tanah air adalah bagian dari iman perlu terus kita gelorakan sebagai bentuk perwujudan Islam yang rahmatan li alamin,Hari santri juga harus digunakan sebagai revitalisasi etos moral kesederhanaan, asketisme dan spiritualisme yang melekatu sebagai karakter kaum santri. Etos ini penting di tengah merebaknya korupsi, narkoba. LGBT dan hoax yang mengancam masa depan bangsa Di era digital saat ini, santri juga dihadapkan dengan tantangan keberadaan internet yang memiliki manfaat dan mudharat yang sama besar. Internet dapat membawa kemudahan umat manusia sekaligus dapat kita manfaatkan untuk menebarkan pesan-pesan kebaikan atau dakwah Islam. Di sisi lain, internet jika tidak dipergunakan secara bijak, dapat merusak harga diri dan martabat kemanusiaan melalui pornografi, ujaran kebencian, fitnah dan hoax. Saya berpesan kepada seluruh santri, yang juga merupakan bagian dari generasi muda tanah air, untuk dapat memanfaatkan teknologi secara bijak guna meningkatkan potensi diri, menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan serta mereduksi penggunaanya yang tidak sejalan dengan upaya menjaga agama, jiwa, nalar, harta, keluarga dan martabat seseorang.Terakhir, kepada seluruh santri dan masyarakat Kota Salatiga pada umumnya, marilah kita songsong pesta demokrasi terbesar di tanah air, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu Legislatif dengan penuh kegembiraan, dengan tetap mempertahankan sikap saling menghargai diantara sesama. Jangan mudah terhasut pada isu-isu yang berpotensi memecah belah diantara kita. 

Jumat, 19 Oktober 2018

Kodim 0714/Salatiga Kembali Laksanakan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2018

Salatiga,Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap ke 3 Tahun 2018 Kota Salatiga di gelar di Lapangan Desa Kalibening, Kelurahan Kalibening ,Kecamatan Tingkir Salatiga,Senin 15 Oktober 2018 Pukul 08.00 WIB.

TMMD Sengkuyung III dilaksanakan oleh Kodim 0714/Salatiga yang bekerjasama dengan pemerintah kota Salatiga ini akan melaksanakan pembangunan Jalan di desa Kali bening,Program yang ke sekian kalinya ini tentunya bertujuan bagi kesejahteraan warga masyarakat desa Kalibening khususnya.Pembangunan sarana dan prasarana ini tentunya bukan rencana yang mendadak ataupun tanpa persiapan terlebih dahulu,tetapi dengan kerja sama antara Babinsa, perangkat desa serta Badan Pengembangan Desa yang meninjau langsung ke lapangan sehingga memperoleh data tentang apa saja yang menjadi sasaran dari Program ini.

Wakil Walikota Salatiga  bertindak selaku Inspektur Upacara pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III ini,didampingi oleh Komandan Kodim 0714/Salatiga Letkol Inf Prayoga Erawan dan juga segenap Forkopimda Salatiga,Camat Tingkir,Kepala Desa Kalibening,Para Kadus Desa Kalibening,serta tokoh agama dan Tokoh masyarakat desa Kalibening.Dalam sambutannya Moh.Harris, SS.,M.Si menyampaikan,” Hari ini secara serentak dimulai pelaksanaan TMMD tahap III tahun 2018. Hari ini kembali semangat gotong royong makin mantap terasa dan kentara pada gerak pembangunan desa. Sedaya sam/ sayuk guyub rukun, saiyeg saekapraya bebarengan mbangun desa melalui TMMD, Kita ingin gotong royong sebagai saripati niIai-nilai ke-Indonesia-an dan esensi kultur ketimuran dapat terus terjaga dengan baik. Karena disitulah inti dari kekuatan bangsa dalam menjaga persatuan pada ke-bhinneka-an. Dari situ pulalah kita tangkal sikap-sikap individualistik dan egoistik, untuk merajut kembali kain kebersamaan dan respon sosial yang memajukan dan mensejahterakan, Saya juga gembira, bahwa TMMD terus memberikan perhatian pada pemberdayaan kaum perempuan dan kelompok disabilitas. Itu luar biasa, apalagi mereka ini merupakan kelompok masyarakat yang rentan akan tindak kekerasan dan masih terbatas akses terhadap bidang kehidupan. Melalui TMMD, berdayakan, kuatkan dan berikan perlindungan untuk kaum perempuan dan anak, serta ciptakan suasana ramah dan nyaman bagi penyandang disabilitas. Spiritnya adalah bagaimana agar desa-desa mampu memberikan pelayanan terbaik kepada warganya, Bapak-Ibu, satu hal lain yang kemudian membuat saya selalu bangga, bahwa TMMD sangat intens mengedukasi masyarakat akan nilai Pancasila. Saya menangkap semangat dari desa untuk siap memperkuat benteng perlindungan dan perlawanan terhadap aksi-aksi yang meng~ ancam NKRI seperti aksi radikalisme, terorisme, dan narkoba. Semangat yang harus bisa dirawat dan diviralkan kepada seluruh warga bangsa Indonesia. Termasuk semangat siap dan waspada menghadapi bencana harus terus ditiupkan pada setiap tarikan nafas kehidupan masyarakat desa. Melalui TMMD, berikan edukasi kebencanaan kepada warga desa, agar mereka melek dan tanggap terhadap bencana”.

Sementara ditempat yang sama Dandim 0714/Salatiga mengatakan “Kami akan selalu siap berbuat demi kesejahteraan warga masyarakat,khususnya di program TMMD Sengkuyung Tahap III ini. TMMD Sengkuyung ini dilaksanakan di dua wilayah,untuk Kota salatiga sendiri dilaksanakan di Kecamatan Tingkir, sedangkan untuk wilayah kabupaten Semarang dilaksanakan di Kecamatan Bergas,saya juga sudah sampaikan kepada Danramil Tingkir dan Danramil Klepu untuk senantiasa memaksimalkan pengerjaan dilapangan,koordinasikan dengan pihak terkait apabila ada kendala dilapangan,jalin komunikasi dan kerjasama yang baik agar apa yang kita lakukan untuk masyarakat dapat maksimal hasilnya”. Senin (15/10)

Bupati Semarang Buka TMMD Sengkuyung Tahap III Wilayah Kabupaten Semarang

Senin tanggal 15 Oktober 2018 Pukul 09.30 WIB bertempat dilapangan Desa Jatijajar Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang dilaksanakan Upacara pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III Ta. 2018 Kodim 0714 / Salatiga , dengan tema " TNI Manunggal Rakyat Dalam Mewujudkan Desa yang Maju , Sejahtera dan Demokratis "  sebagai irup Dr. Mundjirin Es, Spog.( Bupati Semarang )

Acara diawali dengan Laporan dari Perwira Upacara,Pemeriksaan Pasukan,Penyerahan Alat kerja,Pembacaan Amanat dan pemukulan kentongan sebagai Tanda dibukanya kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2018 di wilayah Kabupaten Semarang.

Sasaran Pokok TMMD, Pembangunan Betonisasi jalan penghubung antara Desa Jatijajar dengan Desa Randu Gunting Kec. Bergas Kab. Semarang , dengan panjang 860 M , Lebar 3 M Tebal 12 CM, Rehab RTLH sebanyak 12  Unit serta  Rehab Mushola.

Sambutan dari Gubernur jateng yang dibacakan oleh Irup antara lain, Hari ini secara serentak dimulai pelaksanaan TMMD Tahap III TA. 2018, hari ini semangat gotong royong semakin mantap terasa dan kentara pada gerak pembangunan  desa.   Sedaya sami sayuk guyub rukun saiyeg saekapraya bebarengan mbangun desa melalui TMMD, Melalui TMMD kita bersama merawat gotong royong, memacu kreativitas dan prakarsa masyarakat untuk membangun desa. 

Kita ingin gotong royong sebagai saripati nilai-nilai ke Indonesiaan dan esensi kultur ketimuran dapat terus terjaga dengan baik.  Karena disitulah inti dari kekuatan bangsa dalam menjaga persatuan pada kebhenikaan.   Dari situ pulalah kita tangal silap-sikap individualistik dan egoistik, untuk merajut kembali kain kebersamaan dan respon sosial yang memajukan dan mensejahterakan, Kita ingin kemiskinan Jateng dapat terus di turunkan dari waktu ke waktu.  Memang 5 tahun terakhir ini kemiskinan selalu turun bahkan pada tahun 2018 pemerintah Provinsi Jateng mencapai kinerja tertinggi dalam penurunan kemiskinan yaitu dari 13,01 % di tahun 2017 menjadi 11,32 % di tahun 2018.  Namun demikian angkanya belum terlalu signifikan karena itu TMMD kita dorong menjadi salah satu cara mendukung kemiskinan di Jateng.
 Pada prinsipnya saya senang TMMD terus konsisten pada program-program pemberdayaan ekonomi rumah tangga.   Bagaimana TMMD melakukan pembinaan usaha ekonomi kekayaan agar maju dan berdaya saing, serta senantiasa mendorong pemanfaatan tanah pekarangan untuk kemandirian pangan,Ayo kita sengkuyung program pembangunan yang mensejahterakan masyarkat desa.   Bangun desa dengan tanpa pernah meninggalkan kearifan lokalnya.
Sebagai acara tambahan Penyerahan Penyerahan Bantuan - bantuan oleh Forkopimda  berupa : 15 ribu bibit ikan Nila , Bibit tanaman sengon , bibit tanaman salam ,  serta pertunjukan Drum Blek. Senin (15/10)

Peduli Kesehatan Warga,Babinsa Bringin Sosialisasikan STOP BABS

Salatiga,Selasa tanggal 16 oktober 2018 pukul 09.00 WIB. bertempat di dusun Gedad dan dusun Getasan desa Kalikurmo kecamatan Bringin kabupaten Semarang telah dilaksanakan ODF (Open Defacation Free) atau sosialisasi permasalahan BABS (Buang Air Besar Sembarangan)

Sosialisasi dalam hal ODF didesa Kalikurmo, Open Defecation Free (ODF) adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan, Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan, sehingga untuk memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan rekayasa pada akses ini. Agar usaha tersebut berhasil, akses masyarakat pada jamban (sehat) harus ada,Dusun Gedad dan dusun getasan Desa Kalikurmo kecamatan Bringin ada 11 KK lebih yang belum memiliki jamban atau WC yang memadai. Untuk itulah Desa kalikurmo termasuk dalam program desa ODF. Program ini dimulai pada tahun 2018, Analisa kekuatan kelembagaan di Kabupaten semarang menjadi sangat penting untuk menciptakan kelembagaan dan mekanisme pelaksanaan kegiatan yang efektif dan efisien sehingga tujuan masyarakat ODF dapat tercapai.

Buang Air Besar di tangki septic, adalah buang air besar yang sehat dan dianjurkan oleh ahli kesehatan yaitu dengan membuang tinja di tangki septic yang digali di tanah dengan syarat-syarat tertentu,Buang Air Besar dengan jamban leher angsa, adalah buang air besar menggunakan jamban model leher angsa yang aman dan tidak menimbulkan penularan penyakit akibat tinja karena dengan model leher angsa ini maka tinja akan dibuang secara tertutup dan tidak kontak dengan manusia ataupun udara.

Sosialisasi yang disampaikan oleh Dina,Amd,Keb tentang contoh system ataupun Model Jamban “Buang Air Besar dengan jamban plengsengan, adalah buang air besar dengan menggunakan jamban sederhana yang didesain mering sedemikian rupa sehinnga kotoran dapat jatuh menuju tangki septic setelah dikeluarkan. Tetapi tangki septiknya tidak berada langsung dibawah pengguna jamban,Buang Air Besar dengan jamban model cemplung/cubluk, adalah buang air besar dengan menggunakan jamban yang tangki septiknya langsung berada dibawah jamban. Sehingga tinja yang keluar dapat langsung jatuh kedalam tangki septic,
 “Buang Air Besar tidak di tangki septic atau tidak menggunakan jamban. Buang Air Besar tidak di tangki septic atau tidak dijamban ini adalah perilaku buang air besar yang tidak sehat. Karena dapat menimbulkan dampak yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Buang Air Besar tidak menggunakan jamban  dikuras kotorannya, atau dikuras, kemudian kotoran ditimbun di lubang galian” Imbuhnya disampaikan dihadapan,SekCam Bringin,Babinsa Bringin serda Azis,Kapolsek Bringin Aiptu Sugiri, serta warga masyakat Bringin. 

Kirab Merti Desa ,di dusun Gertsa dan Dusun Tabak Gunung Desa Brongkol

Salatiga, Babinsa Brongkol Koramil 11/Jambu mengikuti kegiatan Kirab Merti Desa ,di dusun Gertsa dan Dusun Tabak Gunung Desa Brongkol Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang, Selasa (16/10)

 Merti desa, sering disebut juga bersih desa, hakikatnya adalah simbol rasa syukur masyarakat kepada Yang Maha Kuasa atas limpahan karunia yang diberikan-Nya. Karunia tersebut bisa berujud apa saja, seperti kelimpahan rezeki, keselamatan, serta ketentraman dan keselarasan hidup. Bahkan orang Jawa percaya, ketika sedang dilanda duka dan tertimpa musibah pun, masih banyak hal yang pantas disyukuri. Masih ada hikmah dan pelajaran positif yang dapat dipetik dari terjadinya sebuah petaka. Di samping itu, rasa syukur juga bisa menjadi pelipur sekaligus sugesti yang menghadirkan ketenangan jiwa.

Acara dalam merti desa antara lain adanya arak-arakan yang akan diikuti oleh masyarakat. Ini adalh acara yangt sangat di tunggu oleh masyarakat sekitar. Dimana semua lapisan masyarakat menjadi satu, bermpadu dalam satu rombongan. Berjalan hingga sejauh 5 km. Dari padukuhan Brongkol ke kecamatan Jambu, Dalam rombongan arak-arakan ini terdapat macam-macam oragan, atau segmen, Ada penari , Punokawan serta rombongan kesenian Tradisional lainnya.


“Selain menjadi perwujudan rasa syukur, upacara merti desa acapkali juga terkait dengan ritual penghormatan kepada leluhur, sehingga menghadirkan berbagai ritual simbolik terkait dengan tokoh dan riwayat yang diyakini menjadi cikal bakal keberadaannya. Semuanya dilakukan dengan tetap memanjatkan doa dan permohonan kepada Yang Maha Kuasa demi keselamatan, ketentraman, kesejahteraan dan keselarasan hidup seluruh warga desa,Silaturahmi, guyub, rukun, gotong royong, kebersamaan, keakraban, tepa selira dan harmonis adalah sebagian dari sederetan kosakata yang begitu tepat dan saling menjalin makna saat menggambarkan bagaimana suasana yang terpancar dari berlangsungnya tradisi merti desa” Hal ini disampaikan oleh Lurah Brongkol H.Heru

Sertu Manurung Menambahkan “Hendaknya sangat perlu bagi kita sebagai generasi yang sekarang sudah mulai mapan, untuk tetap melangsungkan adat dan istiadat nenek moyang kita, dengan prespektif tetap menyembah dan meminta kepada-Nya. Karena jika kita tidak mulai menahan, memperkuat kebuadayaan kita sendiri, maka lambat laun tidak ada lagi upacara adat yang bernama Merti Desa.” 

Apel Deklarasi Stop BABS

Salatiga, Gerakan Stop Buang Air Sembarangan atau BABS sedang gencar gencarnya digalakkan,tidak terkecuali di Kabupaten Semarang yang dilaksanakan Apel bersama dalam rangka Deklarasi stop BABS yang dipimpin langsung oleh Bupati Semarang, Rabu (17/10) Pukul 10.00 WIB

Kegiatan Apel Deklarasi yang diikuti oleh Seluruh Perangkat Pemerintahan Kecamatan Sumowono ini juga dihadiri oleh ,Camat sumowono Suharnoto,S.Sos,waka polsek sumowono Iptu.Sundusin,Danramil 10/Sumowono,Kasat Lantas Polres Semarang (Akp.Sandi W),Jajaran kadis kabupaten Semarang,Para Ka.UPTD kecamatan Sumowono,Para kades beserta perangkat desa se kecamatan Sumowono.

Selain kegiatan Apel Bersama juga dilaksanakan kegiatan Dialog Interaktif Bersama Dr.H. Mundjirin .Es.Sp.Og bersama warga masyarakat, dalam sambutannya Bupati Semarang tersebut menyampaikan,”Pentingnya bagi saudara saudara sekalian untuk menjaga kebersihan, salah satunya adalah dengan tidak buang besar sembarangan,gunakan Jamban yamg sesuai standart kesehatan,karena apabila Bapak ibu sekalian buang air besar sembarangan maka akan banyak sekali timbul penyakit, seperti Diare, Disentri yang di karenakan Kotoran tersebut akan dihinggapi lalat dan lalat tersebut hinggap di makanan yang ada di rumah bapak ibu sekalian”.

Peran Serta Babinsa Pledokan Dalam Program Vaksinasi Anak

  Kabupaten Semarang - Babinsa Serda Tuslam melaksanakan pendampingan vaksin anak usia 6 - 11 tahun tahap 1 bersama para petugas kesehatan P...